MENYIKAPI BUYING SEASON GREEN TOBACCO LOMBOK

Agribisnis tembakau mempunyai peran yang strategis dalam perekonomian lokal

dan nasional. Sebagai komoditas yang bernilai ekonomis tinggi, usaha tani tembakau dapat

menyumbang pendapatan petani sekitar 40−80% dari total pendapatan. Sedangkan sebagai

bahan baku utama rokok, peranan tembakau semakin menentukan dalam perkembangan

industri rokok. Industri rokok telah ditetapkan pemerintah sebagai salah satu industri

prioritas nasional (Anonim 2010a), yang perkembangannya akan sangat mempengaruhi

perkembangan ekonomi nasional. Target penerimaan negara dari cukai yang telah

ditetapkan untuk tahun 2010 sebesar Rp61 triliun dan tahun 2011 sebesar Rp71 triliun; sedangkan

penerimaan devisa dari ekspor tembakau sebesar US$564 juta. Usaha tani tembakau

dan industri yang terkait juga menyediakan lapangan kerja bagi kurang lebih 10 juta

orang. Selain sebagai usaha tani primer, agribisnis tembakau sangat terkait dengan industri

hulu dan industri hilir, yang semuanya bernilai ekonomi tinggi.

Tembakau virginia juga disebut flue-cured virginia (FCV) atau bright tobacco sesuai

dengan cara pengolahannya yang menggunakan aliran udara panas di dalam oven

(curing-barn) dan menghasilkan kerosok yang berwarna lemon atau orange (Peedin

1999). Dalam perdagangan kerosok FCV ini sering disebut kerosok FC atau virginia FC.

Di pasar internasional, tembakau virginia sebagian besar diperlukan untuk membuat rokok

(sigaret), dan sebagian kecil dipergunakan untuk tembakau pipa serta untuk tembakau

susur.

Di Indonesia, tembakau virginia dipergunakan dalam racikan (blending) rokok putih

dan rokok keretek, untuk tembakau shag, dan diekspor. Tembakau virginia dikembangkan

di berbagai wilayah, yaitu Sumatra Utara, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa

Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara Barat (Lombok).

Sebagai penghasil Tembakau dengan kadar gula yang cukup tinggi, Lombok merupakan wilayah potensial bagi pemain tembakau dengan berbagai peran yang dimainkannya. Ketika musim panen tiba, diluar para investor yang melakukan bisnis dari dengan mengusung konsep kemitraan, banyak sekali pembeli dari dalam maupun dari luar pulau lombok, laksana pepatah”Ada Gula Ada Semut”.

Begitu Banyak penelitian/Studi tentang budidaya tembakau Lombok, begitu banyak analisis Usaha Tani Tembakau Lombok, begitu banyak Dana Bagi Hasil Cukai dari Tembakau Virginia Lombok sehingga Pemerintah Daerah Propinsi NTB menyematkan Label sebagai Komoditas Unggulan pada Tembakau Virginia Lombok, seperti halnya pada Bawang Putih. Namun apakah nasib Tembakau Virginia Lombok akan sama dengan Bawang Putih yang kini tinggal dalam kenangan? Tanggung jawab penuh ada pada Si pemberi Label.



Published by: sukandar99

aku karyawan swasta yg bergerak di bidang perkebunan, pekerjaanku mengantarkan aku pada cita citaku utk bisa bermanfaat bagi banyak orang sekaligus bisa mengaplikasikan ilmuku agar bermanfaat bagi orang lain.

Categories UncategorizedLeave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s